Skip to content

#Analisis Saham

202 posts
reads
Cara Membaca Bloomberg Soal Indonesia: Antara Fakta, Framing, dan K2 Asset Management

Bloomberg bukan propaganda, tapi bukan pula oracle. Panduan membaca liputan media keuangan global soal Indonesia dengan kepala dingin — dan pelajaran dari kasus K2 Asset Management yang mengaku berinvestasi di Asia.

reads
Katanya, "Sell Indonesia". Belajar dari 1998 dan Taruhan Komoditas 2026. Apakah Indonesia Masih Investable?

Headline "Sell Indonesia" kembali muncul di meja trading global. Sebelum panik, ada baiknya kita baca ulang playbook 1997-1998 — dan tanya siapa yang benar-benar diuntungkan ketika sebuah negara kaya sumber daya dianggap tidak layak investasi.

reads
Hari Terberat IHSG Tahun Ini: Anatomi Kejatuhan ke Level 5.941 pada 3 Juni 2026

IHSG 3 Juni 2026 anjlok 4,11% ke 5.941 — terendah lima tahun. Membaca lapisan tekanan: Moody's, Rupiah, dan kredibilitas.

reads
Kondisi IHSG Juni 2026: Rebalancing MSCI–FTSE, Rotasi Papan BEI, dan Tekanan yang Belum Mereda

IHSG terkoreksi 29% YTD per akhir Mei 2026, terburuk di dunia. Rebalancing MSCI, FTSE depak GOTO–NCKL, BI Rate naik, dan kebijakan DSI mengubah peta pasar saham.

reads
Analisa Saham GZCO Q1 2026. Koreksi Dalam - Sawit Mid-Cap Tertekan Pasar, tapi B50 dan CPO MYR 4.500 Masih Menopang'

Analisis mendalam GZCO (Gozco Plantations) di harga Rp155 — perkebunan sawit Sumsel-Kalteng dengan 15.596 ha lahan tertanam, di tengah momentum B50 Juli 2026 dan harga CPO MYR 4.400–4.500/ton. Tapi Q1 2026 membukukan rugi: waspadai siklus laba yang masih rapuh.

reads
Analisa Saham INDF Q1 2026

Analisis mendalam INDF (Indofood Sukses Makmur) di harga Rp6.925 — emiten consumer defensif terbesar Indonesia dengan laba Q1 2026 naik 9% YoY, P/E 5,14x, dividend yield 4%, dan konsensus buy dari analis. Momentum: keluarnya dari MSCI Standard sudah berlalu, saatnya dievaluasi ulang.

reads
MBMA di Titik Terendah: Murah Karena Fundamental atau Sekadar Ikut Terjun Bebas?

Analisis mendalam MBMA (Merdeka Battery Materials) di harga Rp478 — membahas teknikal, fundamental nikel terintegrasi, dampak MSCI outflow, kurs Rupiah, dan apakah ini momentum akumulasi atau perangkap.

reads
Analisa Saham PSAB Q1 2026: Laba Meledak tapi Free Float Mepet dan Emas Kena Bea Keluar

Analisis mendalam PSAB (J Resources Asia Pasifik) di harga Rp476 — tambang emas dengan laba Q1 2026 luar biasa, tapi free float 7,49% dan regulasi bea keluar emas menciptakan dinamika yang tidak biasa.

reads
Analisa Saham SOCI Q1 2026: Sudah Koreksi 49% dari Puncak

Analisis mendalam SOCI (Soechi Lines) di harga Rp398 — pemain tanker dominan dengan 18–20% pangsa pasar domestik, PBV 0,40x, dan kurs Rupiah lemah yang jadi tailwind, tapi beban utang dan tekanan pasar IHSG membayangi.

reads
Buana Lintas Lautan (BULL): Tarif Tanker Naik Signifikan, Laba Q1 Naik 149%

BULL di Rp386 — turun 44% dari ATH Rp685, laba Q1 2026 melonjak +149% YoY. Forward P/E hanya 4,16x. Ekspansi LNG agresif. Tapi Altman Z-Score 0,38 dan working capital negatif adalah sinyal risiko yang tidak bisa diabaikan.